Perbedaan Samsung Galaxy A12 dan Galaxy A22

Britishislesshowcanada – Kesuksesan Samsung dalam meluncurkan Galaxy A12 akhirnya memuncak dengan peluncuran produk terbarunya yang diberi nama Galaxy A22. Kedua ponsel A-Series ini ditenagai oleh baterai berkapasitas 5.000mAh yang sama dengan dukungan teknologi pengisian cepat 15W.

Keduanya juga menyertakan slot untuk jack audio 3.5mm, yang salah satunya bisa digunakan untuk menyambungkan headphone. Dari segi fungsi USB, Galaxy A12 dan Galaxy A22 mendukung penggunaan USB Type-C 2.0. Cari tahu lebih lanjut tentang kedua perangkat ini.

Apakah Anda menemukan perbedaan antara kedua ponsel setelah meninjau spesifikasi Samsung Galaxy A12 dan Samsung Galaxy A22 di atas? Jika belum, mari kita telusuri perbedaan kedua ponsel tersebut bersama-sama di bawah ini:

1. Ukuran tubuh

Jika Anda berpikir untuk membeli Samsung Galaxy A12 maka jangan salah memilih Samsung Galaxy A22 atau mungkin sebaliknya, jauh lebih baik! Pasalnya, sebenarnya tampilan kedua ponsel Samsung ini sama persis di bagian depan dan belakang. Fasad dalam kaca menerapkan konsep Water Drop, seolah-olah ada tetesan air di atas layar.

Sedangkan untuk area belakang berbahan plastik, terdapat housing kamera di sisi kiri atas. Kemudian pada bagian samping frame dihiasi dengan tombol untuk volume, power, audio jack 3.5mm dan speaker. Kedua ponsel juga memiliki slot untuk menempatkan SIM jenis Nano-SIM dan dual standby.

Perbedaan mulai tampak pada bodi dan dimensi kedua ponsel. Dengan bobot 205 gram, Samsung Galaxy A12 memiliki dimensi 164 x 75,8 x 8,9 mm. Sementara itu, Samsung Galaxy A22 lahir lebih ringan 186 gram dengan bodi agak kecil dengan dimensi 159,3 x 73,6 x 8,4 mm. Namun, keduanya tetap bagus dan nyaman saat digenggam.

2. Teknologi tampilan

Dengan menghadirkan tampilan berkualitas kepada penggunanya, Samsung selalu memasukkan teknologi tampilan ke dalam produknya. Hal ini terlihat dari layar Samsung Galaxy A12 dan Samsung Galaxy A22, meski keduanya memiliki beberapa perbedaan.

Misalnya dari segi ukuran layar, Samsung Galaxy A12 muncul di pasaran dengan ukuran 6,5 inci dan Samsung Galaxy A22 lahir lebih kecil dengan ukuran 6,4 inci. Namun, dari segi screen-to-body ratio, Samsung Galaxy A22 tampaknya lebih unggul atau dikenal dengan bezel yang lebih sempit, sehingga lebar layarnya mencapai 84,3%, sedangkan Samsung Galaxy A12 terhalang di 82,1%.

Perubahan panel yang digunakan pada layar Samsung Galaxy A12 adalah PLS IPS yang diklaim mampu memberikan sudut pandang lebih luas dan penggunaan daya baterai lebih hemat. Berbeda dengan Samsung Galaxy A22 yang memutuskan untuk menggunakan Super AMOLED, layar sentuhnya lebih halus dan menghasilkan sinar yang lebih baik.

Twin dengan resolusi 720 x 1600 piksel, Samsung Galaxy A22 memiliki kemampuan untuk menghadirkan kecepatan refresh 90Hz, yang berarti saat menggulir konten atau aplikasi, layar dapat beroperasi lebih lancar. Sementara untuk Samsung Galaxy A12, refresh rate masih dirahasiakan.

Untuk menghadirkan kualitas layar yang tajam, keduanya telah dipadatkan dengan kerapatan piksel yang tinggi, tetapi seperti biasa keduanya hadir dalam jumlah yang berbeda. Samsung Galaxy A12 memiliki 271 piksel per inci, sedangkan Samsung Galaxy A22 berhasil mengumpulkan kerapatan piksel hingga 274 ppi.

3. Jalan dapur

Di podium dapur, kedua ponsel ini sedang berdebat. Dimulai dengan sistem operasi Samsung Galaxy A12 dengan Android 10 dan antarmuka One UI 3.1. Rupanya, sistem operasi perangkat A12 memiliki peluang untuk ditingkatkan ke Android 11. Sementara itu, Samsung Galaxy A22 sudah dikirimkan dengan Android 11 berbasis One UI Core 3.1.

Samsung Galaxy A12 telah bekerja sama dengan perusahaan MediaTek untuk menyematkan chipset MT6765 Helio P35 yang proses pembuatannya mencapai 12 nanometer. Sedangkan untuk CPU-nya tersusun dari Octa-core berbahan Cortex-A53 yang bertenaga 2,35 GHz dengan empat core dan Cortex-A53 yang konfigurasinya terdiri dari empat core dengan kecepatan daya rendah 1,8 GHz.

Meski bekerja sama dengan MediaTek, Samsung Galaxy A22 sebenarnya memiliki chipset yang berbeda, yakni Helio G80 dengan proses pembuatan 12 nanometer. Ponsel ini memiliki prosesor delapan inti yang terdiri dari dua inti Cortex-A75 yang mampu melaju hingga 2,0 GHz dan empat inti Cortex yang mampu berjalan hingga 1,8 GHz.

Sumber : Berita Teknologi Terbaru